BERITAUP2DATE.COM, Jeruk Sarugo, atau dikenal juga sebagai Jeruk Siam, berasal dari Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Nagari Koto Tinggi, Sumatera Barat. Daerah ini dikenal sebagai penghasil jeruk terbaik di Sumatera Barat.
Nama "Sarugo" merupakan singkatan dari "Saribu Gonjong," merujuk pada banyaknya rumah adat Minangkabau yang khas di kawasan tersebut. Sarugo pernah meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) untuk kategori pelayanan homestay. Sentra jeruk ini dapat dijangkau sekitar 4-5 jam berkendara dari Bandara Internasional Minangkabau.
Jeruk Sarugo memiliki ciri khas dengan bulir besar, berair banyak, dan kulit yang tebal, sehingga lebih tahan lama dan terasa manis seperti madu. Saat ini, kelompok tani yang mengelola lahan jeruk ini memiliki sekitar 10 hektar dengan lebih dari 4000 batang tanaman. Setiap minggu, hasil panen mencapai 6-7 ton jeruk, dengan omzet sekitar 350 juta per tahun.
Sebanyak 152 petani jeruk tergabung dalam Koperasi Sarugo, yang didirikan pada 2021 sebagai solusi atas kesulitan yang timbul akibat pandemi COVID-19. Pembatasan sosial menyebabkan penurunan penjualan dan merosotnya produksi jeruk. Sebagai bagian dari program Sentra UMKM BSI, Koperasi Sarugo mendapatkan bantuan dana sebesar 1,5 miliar dari BSI Maslahat untuk memperkuat modal petani dan memulihkan kebun jeruk yang terabaikan.
Sejak adanya pendampingan, hasil panen semakin meningkat, dengan omzet yang sebelumnya hanya beberapa juta rupiah kini mencapai belasan juta. Selain memperkuat modal petani, program ini juga mendorong peningkatan kualitas jeruk dan produk turunannya. Para petani, seperti Pak Musri, mengungkapkan rasa terima kasih dan berharap agar komoditas jeruk dapat kembali menopang kehidupan mereka dan keluarga.
Pendampingan ini membawa perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat Sarugo. Petani berharap Koperasi Sarugo bisa lebih mandiri dan berpotensi menembus pasar ekspor di masa depan. Roesli Silalahi, pendamping program, menyampaikan harapan agar koperasi terus memberikan solusi bagi masyarakat dan tumbuh berkembang di pasar global.
Baca juga:
Makna dan Keutamaan Surat An-Nasr dalam Kehidupan Umat Islam
Program pemberdayaan UMKM BSI ini merupakan bagian dari komitmen BSI Maslahat dan BSI dalam pengentasan kemiskinan serta pengembangan ekonomi lokal berbasis zakat, infak, dan sedekah (ZIS). BSI Maslahat, sebagai lembaga amil zakat nasional, bekerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.











