beritaup2date.com

Banyuwangi Jadi Pilot Project Nasional Digitalisasi Perlindungan Sosial

Peserta Bimtek TOT Perlinsos Digital melakukan Uji Coba Verifikasi Wajah di portal Perlinsos Digital. (Foto. Menpan/Rizky)

BERITAUP2DATE.COM, Di tengah semangat percepatan transformasi digital di Indonesia, Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tampil sebagai pionir dalam mewujudkan sistem perlindungan sosial yang lebih transparan dan tepat sasaran.

Ditunjuk sebagai lokasi utama uji coba digitalisasi perlindungan sosial berskala nasional, Banyuwangi tidak sekadar menjadi tempat eksperimen teknologi. Kabupaten ini menjadi ruang lahirnya sebuah “revolusi sunyi” yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat kecil.

Langkah ini bukan sekadar memindahkan dokumen dari kertas ke layar, melainkan mengubah cara pandang: dari kebijakan yang top-down menjadi bottom-up, dari perkiraan menuju data yang terverifikasi, dari birokrasi yang jauh menjadi pelayanan yang hadir lebih dekat.

Baca juga:
Polri Gelar Forum Belajar Bersama: Strategi Presisi Menuju Layanan Publik Prima

Melalui portal perlindungan sosial nasional yang terintegrasi, warga kini dapat mendaftar langsung menggunakan ponsel pintar, dilengkapi otentikasi melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pemindaian wajah. Tidak perlu lagi menunggu musyawarah desa atau mengandalkan dugaan kebutuhan dapat disampaikan secara langsung oleh warga sendiri.

Keunggulan inisiatif ini bukan hanya pada kecanggihan teknologinya, tetapi juga pada sisi kemanusiaannya. Mereka yang tidak memiliki gawai pintar tetap dilibatkan melalui dukungan agen perlinsos di lapangan: pendamping PKH, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), hingga kader Dasa Wisma. 

Mereka berperan sebagai ujung tombak, mendata, memantau, dan membantu warga. Dengan cakupan sepuluh rumah tangga per kader, data yang dihimpun lebih lengkap, mencakup pekerjaan, kesehatan, hingga hasil panen.

Baca juga:
Kasus Keracunan Massal Bayangi Program MBG, DPR Desak Evaluasi Menyeluruh

“Mereka punya data per rumah tangga dari pekerjaan, penyakit, sampai tanamannya. Ini penguat yang luar biasa,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dilansir dari laman menpan.

Pendekatan ini menciptakan rasa percaya. Masyarakat merasa diperhatikan, bukan diawasi, karena bantuan datang dari figur yang mereka kenal. Teknologi hadir bukan untuk menjauhkan, melainkan mendekatkan.

Tantangan tentu ada. Dari kegagalan verifikasi biometrik, keterbatasan sinyal internet di daerah terpencil, hingga literasi digital di kalangan lansia. Namun, semangat Banyuwangi yang dikenal berani berinovasi menjadi pendorong. 

Baca juga:
Seskab Pastikan Kesiapan Implementasi Program Magang Nasional

Program Smart Kampung, e-planning, hingga e-budgeting yang memungkinkan publik memantau anggaran secara real time adalah bukti konsistensi membangun ekosistem transparansi.

“Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) kita terbaik di Indonesia. Banyuwangi tidak membikin malu dalam hal pencapaian transformasi digital,” kata Budi Santoso, Kadiskominfo Banyuwangi

Kata-kata yang terdengar bangga, sekaligus penuh tanggung jawab. Ia pun menyadari, meski predikat smart government belum diraih, keberhasilan ini bukan akhir, tapi awal.

Dengan dukungan Gugus Tugas Proyek Percontohan Layanan Digital yang melibatkan Kementerian Sosial, Bappenas, dan DPR RI, hasil dari uji coba ini akan menjadi acuan nasional. 

Pola interaksi agen-warga, akurasi data, hingga strategi inklusi digital terus disempurnakan. “Kita masih mencari formula terbaik agar program benar-benar adil dan tepat sasaran,” jelas Rahmat Danu Andika, Principal Govtech Expert dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Di balik semua inovasi ini, terlihat jelas visi yang dipegang Banyuwangi: teknologi hadir bukan untuk menggantikan manusia, tetapi memperkuat peran manusia. Banyuwangi membuktikan bahwa transformasi digital sejati adalah yang merangkul semua lapisan masyarakat bahkan yang paling rentan.

Kini, perhatian nasional tertuju ke Banyuwangi. Digitalisasi di sini bukan sekadar tren, melainkan harapan bagi masa depan perlindungan sosial yang lebih adil, transparan, dan inklusif.


×