BERITAUP2DATE.COM, Pendidikan di Indonesia memasuki era baru melalui Program Digitalisasi Pembelajaran yang dicanangkan Kemendikdasmen.
Program ini hadir untuk menjawab tantangan pendidikan, mulai dari rendahnya literasi hingga learning loss pascapandemi, sekaligus mempersiapkan keterampilan abad 21.
Dasar hukum program ini tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, yang menekankan revitalisasi sekolah, pembangunan sekolah unggul, dan penyediaan Papan Interaktif Pintar (Interactive Flat Panel) di setiap sekolah.
Baca juga:
Banyuwangi Jadi Pilot Project Nasional Digitalisasi Perlindungan Sosial
Distribusi tahap awal telah dilakukan di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, disusul daerah lain secara bertahap.
Berbeda dari TV pintar, IFP memungkinkan guru dan siswa berkolaborasi melalui layar sentuh, menghadirkan teks, video, audio, gamifikasi, hingga augmented reality.
“Pembelajaran jadi lebih mudah dipahami sekaligus menyenangkan,” ujar Dirjen PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto dikutip dari kanal YouTube Kemdikdasmen.
Baca juga:
Polri Gelar Forum Belajar Bersama: Strategi Presisi Menuju Layanan Publik Prima
Program ini mencakup perangkat, konten interaktif, dan pelatihan guru, termasuk dukungan listrik dan konektivitas di daerah 3T melalui panel surya dan penyimpanan konten offline.
Pemerintah memastikan distribusi tepat sasaran melalui tiga lapis verifikasi: Dapodik, validasi dinas, dan persetujuan sekolah.
Guru Informatika SMPN 86 Jakarta, Haryanto, merasakan manfaatnya. “Anak-anak lebih antusias, mereka berebut mencoba soal interaktif di papan. Pembelajaran terasa seperti bermain,” ujarnya.
Baca juga:
Kasus Keracunan Massal Bayangi Program MBG, DPR Desak Evaluasi Menyeluruh
Digitalisasi Pembelajaran menjadi pilar Pendidikan Bermutu untuk Semua: inklusif, adaptif, dan partisipatif. “Kita ingin menutup learning loss, memperkuat literasi, dan menyiapkan generasi siap menghadapi tantangan zaman,” tegas Gogot.











