BERITAUP2DATE.COM, Persib Bandung U13 menutup perjalanan mereka di Piala Soeratin U-13 2025 Putaran Nasional dengan torehan prestasi gemilang.
Skuad muda Maung Bandung berhasil merebut gelar juara usai menaklukkan ASIOP DKI Jakarta dengan skor tipis 2-1 pada partai final yang digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (15/9/2025).
Pertandingan berlangsung seru sejak menit pertama, mempertemukan dua akademi yang dikenal konsisten dan mendominasi jalannya turnamen sejak fase grup.
Baca juga:
Era Baru Pendidikan: Digitalisasi Pembelajaran Hadirkan Kelas Interaktif
Sementara itu, Mataram Utama FC yang mewakili D.I. Yogyakarta sukses mengamankan posisi ketiga setelah menang telak 6-0 atas Terang Bangsa Semarang. Kemenangan ini sekaligus melengkapi catatan positif sang tuan rumah yang selama turnamen dikenal sebagai tim dengan permainan paling bersih.
Turnamen Piala Soeratin U-13 tahun ini berlangsung sejak 1 hingga 15 September 2025, menjadi ajang penting pembinaan bakat muda sepak bola Indonesia yang mempertemukan talenta terbaik dari berbagai daerah.
Selain menentukan juara, turnamen juga memberikan sejumlah penghargaan individu. Gelar Fair Play Team diraih oleh Mataram Utama FC, sedangkan Mahargia Ananta Putra dari Terang Bangsa Semarang keluar sebagai top skor dengan torehan 13 gol.
Baca juga:
Banyuwangi Jadi Pilot Project Nasional Digitalisasi Perlindungan Sosial
Gelar Pemain Terbaik (Best Player) disabet oleh Davin Dwi Ardian dari Persib Bandung berkat penampilan gemilangnya sepanjang kompetisi.
Pelatih Persib U-13, Jejen Zaenal Abidin, mengaku bangga sekaligus bersyukur atas pencapaian timnya.
“Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selawat dan salam kami limpahkan kepada junjungan kita. Alhamdulillah kita diberi keberhasilan kemenangan dengan penuh emosional,” ujarJejen dilansir dari laman pssi.
Baca juga:
Polri Gelar Forum Belajar Bersama: Strategi Presisi Menuju Layanan Publik Prima
Jejen menekankan bahwa kunci sukses timnya bukan hanya taktik, tetapi juga mentalitas kuat dan kekompakan antar pemain.
“Yang terpenting adalah bagaimana pemain bisa mengalahkan ego masing-masing dan saling mendukung satu sama lain,” tambahnya.
Ia berharap para pemain dapat mempertahankan konsistensi penampilan dan membuka peluang untuk menembus seleksi tim nasional.
“Mudah-mudahan banyak dari anak-anak ini yang bisa menarik perhatian talent scouting timnas,” tutup Jejen Zaenal Abidin.











