BERITAUP2DATE.COM, Peningkatan efisiensi dalam proses produksi merupakan faktor penting. Tim mahasiswa ITS mengembangkan mesin otomatis pengupas dan pemotong bawang untuk meningkatkan efisiensi di sektor pengolahan bawang.
Mesin tersebut, hasil inovasi lima mahasiswa Teknik Kimia Industri ITS, menggunakan motor untuk pengupasan kulit bawang. Aldi, ketua tim, menjelaskan bahwa alat ini juga memanfaatkan aliran air dan dilengkapi pompa sirkulasi untuk efisiensi penggunaan air.
Setelah proses pemisahan kulit bawang selesai, tambah Aldi, mesin ini akan melanjutkan ke proses pemotongan. Untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna, tim yang dibimbing langsung oleh dosen Daril Ridho Zuchrillah ST MT ini melengkapi mesin ini dengan fitur penyesuaian ketebalan hasil pemotongan. "Ketebalan pemotongan bawang di mesin ini dapat diatur antara 1, 2, atau 3 milimeter," ujar Aldi.
Di sisi lain, Aldi menyebutkan bahwa mesin ini juga dilengkapi dengan beberapa teknologi lainnya, termasuk baterai valve regulated lead acid (VRLA) dan sensor proximity. Baterai VRLA berfungsi sebagai cadangan daya saat terjadi pemadaman listrik. "Dengan baterai VRLA ini, mesin dapat digunakan selama dua jam," tutur Aldi.

Lebih lanjut, Aldi menjelaskan bahwa sensor proximity digunakan untuk mendeteksi volume tangki pada mesin. Tujuannya adalah agar mesin dapat menghentikan proses saat sensor mendeteksi bahwa tangki telah melebihi kapasitasnya. "Mesin ini dapat menampung hingga lima kilogram bawang dan prosesnya memakan waktu empat menit per kilogram," katanya.
Aldi menyatakan bahwa target konsumen mesin ini adalah pelaku usaha di bidang pengupasan dan pemotongan bawang, seperti usaha bawang goreng dan layanan katering. Dengan adanya mesin ini, akan meningkatkan efisiensi waktu dan produktivitas usaha tersebut.
Melalui inovasi ini, Aldi beserta timnya berhasil meraih medali perunggu pada Pekan Ilmiah Nasional ke-36 untuk kategori presentasi di kelas Program Kreativitas Mahasiswa ? Karya Inovatif (PKM-KI). Tidak hanya sampai di situ, Aldi juga berencana untuk mengembangkan mesin ini dengan mendirikan sebuah startup. "Startup ini akan fokus pada pengolahan bawang, khususnya pengupasan dan pemotongan," ujarnya.











