BERITAUP2DATE.COM, Pemerintah terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025–2026.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, membahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai langkah nyata untuk memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu di berbagai wilayah Indonesia.
"Kami mendukung akselerasi Sekolah Rakyat dari sisi penyediaan guru, tenaga pendidik dan penguatan kelembagaan Sekolah Rakyat," ungkap Menteri Rini dilansir dari laman menpan.
Baca juga:
Presiden Prabowo Tiba di Ankara, Disambut Langsung oleh Presiden Erdogan
Ia menambahkan bahwa sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, Kementerian PANRB bertanggung jawab dalam penyiapan formasi jabatan untuk guru dan tenaga kependidikan, serta mendukung pembentukan kelembagaan Sekolah Rakyat.
Dari sisi sumber daya manusia, Kementerian PANRB akan mengatur mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengisi kebutuhan tenaga pengajar dan kependidikan. Sementara dalam hal kelembagaan, dukungan diberikan dengan memperkuat koordinasi antarinstansi, khususnya bersama Kementerian Sosial sebagai koordinator utama program ini.
Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa saat ini sudah terdapat 53 lokasi yang siap melaksanakan Sekolah Rakyat. Program ini direncanakan mulai berjalan paling cepat pada Juli 2025, di daerah-daerah yang infrastrukturnya telah siap.
Baca juga:
Penyani Legendaris Eyang Titiek Puspa meninggal dunia
"Saya terima kasih Ibu Menteri, Bapak Wakil Menteri dan juga tim yang merespon dengan cepat apa yang harus kita kerjakan. Salah satu diantaranya adalah tentang kelembagaan Sekolah Rakyat ini. Kami tentu akan menindaklanjuti saran-saran semua ketentuan yang ada dalam rangka memantapkan kelembagaan ini," ungkap Gus Ipul.
Gus Ipul juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menginginkan agar program ini diperluas cakupannya agar dapat menjangkau lebih banyak daerah. Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat akan diselenggarakan secara gratis, dengan seluruh kebutuhan siswa ditanggung oleh negara.
"kami tadi dapat banyak masukan bagaimana tata kelola yang harus kita bangun sejak awal sehingga pelaksanaan penyelenggaraan itu bisa diukur dengan baik, bisa diawasi dengan baik dan disamping tata kelola kita berdiskusi tentang sumber daya manusia yang kita butuhkan, baik untuk guru maupun juga tenaga kependidikan yang lain," ujarnya.
Baca juga:
Timnas Indonesia U17 Tampil Sempurna, Kalahkan Afghanistan 2-0 dan Puncaki Grup C Piala Asia U17
Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pendidikan inklusif yang mampu mengangkat anak-anak dari keluarga tidak mampu keluar dari lingkaran kemiskinan. Program ini juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi menuju Indonesia Emas 2045.











