beritaup2date.com

Niat dan Waktu Pelaksanaannya Puasa Syawal

Ilustrasi: Niat dan Waktu Pelaksanaannya Puasa Syawal (foto:sa24.co)

BERITAUP2DATE.COM, Umat Islam dianjurkan melanjutkan berpuasa sunnah di bulan Syawal setelah menyelesaikan puasa Ramadhan. Pahala puasa ini setara dengan berpuasa satu tahun, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi yang populer di kalangan Muslim.  

Karena niat merupakan salah satu faktor yang menentukan sah dan tidaknya puasa Syawal, sekalipun hukumnya sunnah. Maka niat merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan puasa Syawal.

Berikut lafal niat puasa Syawal:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘âlâ. 
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah.”

Baca juga:
Antisipasi Kepadatan Arus Balik di Bakauheni-Merak, ASDP Mengoperasikan Pelabuhan Panjang

Dengan mengutip pendapat Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami, Ustadz Alhafiz menyatakan bahwa sebagian ulama mengharuskan ta'yin atau menyebut ‘puasa sunnah Syawal’ saat niat di dalam batinnya, sedangkan sebagian ulama lain menyatakan bahwa tidak wajib ta’yin. 

Adapun pelaksanaan niat puasa Syawal dimulai dari masuknya Maghrib. Berbeda dengan puasa wajib, niat puasa Syawal ini masih dapat dilakukan di pagi hari hingga sebelum Zuhur sepanjang belum makan, minum, dan belum melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa, terhitung sejak terbit fajar pada hari berpuasa itu. 

Menurut Ustadz Alhafiz Kurniawan, "Orang yang mendadak di pagi hari ingin mengamalkan sunnah puasa Syawal, diperbolehkan baginya berniat sejak ia berkehendak puasa sunnah saat itu juga. Karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib," dikutip dari NU Online.

Baca juga:
Mobil Listrik Mudik, Pake Aplikasi PLN Mobile Untuk Cari Titik Stasiun Pengisian

Adapun seseorang yang berniat di pagi hari hingga sebelum Zuhur, dianjurkan membaca lafal niat berikut ini:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘âlâ. 
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah." 

Waktu pelaksanaan puasa Syawal Ustadz Alhafiz Kurniawan menjelaskan, idealnya puasa sunah Syawal enam hari dilakukan persis setelah Hari Raya Idhul Fitri, yakni pada 2-7 Syawal. Tetapi orang yang berpuasa di luar tanggal itu, sekalipun tidak berurutan, tetap mendapat keutamaan puasa Syawal seperti pahala puasa wajib setahun penuh. 

Bahkan orang yang mengqadha puasa atau menunaikan nazar puasanya di bulan Syawal tetap akan mendapat keutamaan seperti mereka yang melakukan puasa sunnah Syawal. Saking besarnya keutamaan puasa ini, seseorang yang berhalangan melaksanakannya di bulan Syawal, dianjurkan mengqadhanya di bulan lain.

Baca juga:
Perkiraan Pergerakan Masyarakat di Libur Lebaran Tahun 2024 Mencapai 193,6 juta Orang

Penulis: RijalEditor: Rijal

×
×