BERITAUP2DATE.COM, Kementerian Agama bersama DPR telah mencapai kesepakatan mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk tahun 1446 H/2025 M. Rata-rata BPIH yang disepakati sebesar Rp89.410.258,79, dengan asumsi kurs 1 USD setara dengan Rp16.000 dan 1 SAR setara dengan Rp4.266,67. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan BPIH pada tahun 2024 yang mencapai Rp93.410.286,00.
Penurunan BPIH ini berimbas pada pengurangan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang harus dibayar oleh jemaah serta Nilai Manfaat yang dialokasikan dari hasil optimalisasi setoran awal jemaah. Rata-rata Bipih yang dibayarkan oleh jemaah sebesar Rp55.431.750,78, atau sekitar 62?ri total BPIH 2025. Sisanya, yang sebesar 38%, atau Rp33.978.508,01, berasal dari alokasi nilai manfaat.
Menteri Agama (Menag) menyatakan bahwa kesepakatan mengenai BPIH ini sesuai dengan harapan pemerintah sejak awal. “Penurunan BPIH ini merupakan harapan Presiden Prabowo Subiyanto yang mengobsesikan agar calon jemaah haji diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji dengan biaya lebih murah, ketika itu dimungkinan,” ungkap Menag dilansir dari laman kemenag.
Baca juga:
Presiden Prabowo Lakukan Kunjungan ke Malaysia dan Bertemu PM Anwar Ibrahim
“Alhamdulilah (harapan itu) pada kesempatan kali ini terwujud,” sambungnya.
Menag juga menambahkan bahwa penurunan ini sesuai dengan harapan dan memberikan kabar baik bagi calon jemaah haji. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa BPKH berkesempatan memberikan nilai manfaat yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu, yang menunjukkan adanya penghematan.
Total nilai manfaat yang disepakati untuk penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M sebesar Rp6.831.820.756.658,34. Nilai ini lebih kecil sekitar Rp1.368.219.881.908,86 dibandingkan dengan nilai manfaat yang digunakan pada operasional haji 2024, yang sebesar Rp8.200.040.638.567,20.
Baca juga:
ABees Konsultan TI: Solusi Bisnis dalam Transformasi di Era Digital
“Atas nama pemerintah, kami bersama Ketua BP Haji (Badan Penyelenggara Haji) menyampaikan terima kasih setinggi tingginya. Harapan kita menjadi harapan masyarakat juga. Kami memohon kepada Allah, perjuangan ini bisa diterima baik oleh semua pihak, termasuk masyarakat kita yang akan berhaji,” ucap Menag.
Menag yakin bahwa penurunan biaya haji ini akan diterima dengan baik oleh masyarakat. Namun, ia juga berharap agar masyarakat tidak hanya merasa puas dengan penurunan biaya ini pada awal tahun, melainkan dapat merasakan manfaatnya hingga pelaksanaan ibadah haji pada bulan Juni mendatang.
“Kita ingin bukan hanya tersenyum di Januari tapi juga tersenyum di bulan Juni pada saat penyelenggaraan ibadah haji tidak ada kekurangan berarti yang dialami jemaah,” tutup Menag.
Baca juga:
PSSI tunjuk Patrick Kluivert Sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia











