BERITAUP2DATE.COM, Peristiwa Isra' Mi'raj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi pada tahun 621 M atau sekitar 10 tahun sebelum Hijrah, ini merupakan perjalanan luar biasa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada suatu malam yang penuh berkah, yang mengandung banyak hikmah bagi umat Islam.
Isra' Mi'raj berasal dari dua kata, yaitu "Isra'" yang berarti perjalanan malam hari, dan "Mi'raj" yang berarti naik atau perjalanan menuju tempat yang lebih tinggi. Jadi, Isra' Mi'raj adalah perjalanan malam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjid al-Haram di Mekkah ke Masjid al-Aqsa di Yerusalem, dan dilanjutkan dengan perjalanan Mi'raj, yaitu naik ke langit dan bertemu dengan Allah SWT.
- Kronologi Peristiwa Isra' Mi'raj
1. Isra' (Perjalanan dari Mekkah ke Yerusalem)
Isra' terjadi pada malam hari, di mana Nabi Muhammad SAW dipimpin oleh malaikat Jibril. Beliau dibawa dari rumah Ummu Hani (di Mekkah) menuju Masjid al-Haram, kemudian dari Masjid al-Haram, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan menuju Masjid al-Aqsa di Yerusalem. Perjalanan ini dilalui dengan menunggangi seekor binatang yang bernama *Buraq*, yang digambarkan sebagai makhluk yang lebih cepat dari kilat.
2. Mi'raj (Perjalanan dari Yerusalem menuju Langit)
Setelah sampai di Masjid al-Aqsa, Nabi Muhammad SAW melakukan shalat berjamaah dengan para nabi terdahulu, yang menjadi simbol bahwa Nabi Muhammad adalah penutup para nabi. Kemudian, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan Mi'raj, yaitu naik ke langit. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW melewati tujuh lapisan langit, bertemu dengan nabi-nabi terdahulu seperti Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa. Pada akhirnya, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Allah SWT di Sidratul Muntaha, tempat yang sangat tinggi.
Baca juga:
Isra Mi'raj: Pesan Mendalam tentang Pentingnya Menegakkan Shalat
Salah satu bagian yang sangat penting dalam Mi'raj adalah perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengajarkan umatnya tentang kewajiban shalat lima waktu. Pada awalnya, jumlah shalat yang diwajibkan adalah 50 waktu sehari semalam, namun setelah beberapa kali memohon dan berdoa kepada Allah, jumlah tersebut dikurangi hingga menjadi lima waktu, namun tetap berpahala setara dengan 50 waktu shalat.
- Makna dan Hikmah Isra' Mi'raj
Isra' Mi'raj bukan hanya sebuah perjalanan fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Berikut beberapa hikmah dari peristiwa ini:
1. Penguatan Keimanan
Peristiwa Isra' Mi'raj menjadi bukti nyata bahwa Allah Maha Kuasa dan mampu melakukan apa saja, termasuk mengangkat seorang hamba-Nya ke tempat yang luar biasa. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang diberi mukjizat luar biasa untuk memperkuat keimanan umat Islam.
2. Perintah Shalat
Salah satu hikmah terbesar dari peristiwa ini adalah diwajibkannya shalat lima waktu dalam sehari semalam. Shalat menjadi tiang agama dan merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. Bukti Kenabian Nabi Muhammad SAW
Perjalanan Isra' Mi'raj juga membuktikan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir, karena beliau diberi kesempatan untuk bertemu dengan para nabi sebelumnya dan diangkat ke hadirat Allah SWT.
Baca juga:
Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Bilateral dengan India & Malaysia
4. Kesatuan Agama Islam
Dalam peristiwa Isra' Mi'raj, Nabi Muhammad SAW shalat bersama dengan nabi-nabi sebelumnya di Masjid al-Aqsa. Hal ini menegaskan bahwa Islam adalah kelanjutan dan penyempurnaan dari agama-agama yang dibawa oleh nabi-nabi terdahulu, seperti Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa.
- Sumber-Sumber Sejarah Isra' Mi'raj
Peristiwa Isra' Mi'raj tercatat dalam beberapa sumber Islam yang sahih. Berikut beberapa sumber utama yang mengisahkan tentang peristiwa ini:
1. Al-Qur'an
Peristiwa Isra' Mi'raj disebutkan dalam Surah Al-Isra' (17:1), yang berbunyi:
"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsa, yang kami berkahi sekelilingnya, agar Kami memperlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Ayat ini menyebutkan perjalanan Isra' dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsa. Namun, ayat ini tidak menjelaskan secara rinci tentang peristiwa Mi'raj yang dilanjutkan ke langit.
2. Hadis-Hadis Sahih
Hadis-hadis yang meriwayatkan peristiwa Isra' Mi'raj sebagian besar dapat ditemukan dalam kitab-kitab hadis sahih seperti Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim. Hadis-hadis ini memberikan penjelasan lebih rinci tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW, pertemuan dengan nabi-nabi terdahulu, dan perintah shalat.
Baca juga:
Genangan Banjir di Jakarta Mulai Surut, Upaya Penanggulangan Terus Berlanjut
3. Kitab Tafsir
Kitab-kitab tafsir juga mengupas tafsiran dari ayat-ayat yang menyebutkan peristiwa Isra' Mi'raj. Salah satu tafsir yang terkenal adalah Tafsir al-Tabari, yang memberikan penjelasan mendalam tentang konteks dan makna dari ayat-ayat terkait.
Dalam hal ini Isra' Mi'raj mengandung banyak pelajaran penting yang relevan dengan kehidupan umat Islam, dan terus dikenang oleh umat Islam di seluruh dunia, terutama pada tanggal 27 Rajab setiap tahunnya.











