beritaup2date.com

Pelayanan Prima Petugas Haji Indonesia di Bandara Madinah: Dedikasi dan Ketulusan dalam Cuaca Ekstrem

Petugas haji Indonesia sangat mengutamakan kenyamanan, terlebih bagi jemaah lansia dan yang memiliki risiko kesehatan tinggi (dok. kemenag)

BERITAUP2DATE.COM, Cuaca panas terik menyengat seolah tak memberi ampun bagi setiap orang yang berada di luar ruangan. Tidak ada hembusan angin yang berarti, suhu yang mencapai lebih dari 40°C semakin menyulitkan langkah setiap orang yang tengah beraktivitas. 

Namun, di tengah teriknya sinar matahari itu, sembilan bus yang mengangkut ratusan jemaah haji Indonesia dari embarkasi Batam (BTH), Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, baru saja meninggalkan area parkir Terminal Internasional Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi.

Para petugas haji Indonesia, dengan sigap dan penuh ketulusan, tampak bergegas menuruni tangga menuju Terminal Fast Track, sekitar 700 meter dari terminal utama. Mereka juga sudah bersiap menyambut kedatangan ratusan jemaah haji lainnya yang tiba dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG).

Baca juga:
Aset Industri Asuransi Capai 1.145 Triliun per Maret 2025, OJK Tegaskan Komitmen Penguatan Sektor PPDP

Kegiatan penyambutan pun dimulai dengan penuh ritme yang cepat namun tetap memperhatikan kenyamanan jemaah. Dalam hitungan menit, ratusan jemaah mulai melintas satu per satu melewati mesin pemindai (X-ray), sementara petugas dengan sigap memberikan bantuan. "Bapak-Ibu, seluruh barang bawaan mohon dinaikkan ke mesin X-ray, ya," ujar seorang petugas dengan ramah sambil mengangkat koper jemaah yang sudah siap diperiksa.

Proses kedatangan jemaah haji ini memang harus berlangsung dengan cepat dan terorganisir. Sesuai dengan aturan dari otoritas bandara, seluruh proses, termasuk pemeriksaan barang dan pemindahan jemaah menuju bus, harus selesai dalam waktu maksimal 30 menit. Petugas haji Indonesia sangat mengutamakan kenyamanan, terlebih bagi jemaah lansia dan yang memiliki risiko kesehatan tinggi (risti), yang biasanya akan dipapah atau didorong menggunakan kursi roda dan diantar ke bus paling akhir.

Tak jarang, di tengah kesibukan yang padat ini, para petugas dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Turki, Pakistan, hingga Bangladesh, menyempatkan diri beristirahat sejenak di area parkir. Namun, mereka tidak bisa menikmati waktu istirahat itu dengan leluasa, terutama dalam hal makan. Otoritas bandara melarang makan di area terbuka maupun di dalam gedung terminal, sehingga makan siang dan malam dilakukan di dalam coaster, kendaraan berkapasitas 20 orang yang menjadi sarana mobilitas petugas haji.

Baca juga:
Bus Shalawat, Siap Layani Jemaah Haji Indonesia 24 Jam di Makkah

Ada empat terminal utama di Bandara Madinah yang melayani kedatangan jemaah haji Indonesia, yaitu Terminal Fast Track, Terminal Internasional, Terminal Haji, dan Terminal Zero. Masing-masing terminal memiliki karakteristik dan alur pelayanan yang berbeda. Di Terminal Haji, misalnya, setelah melewati pemeriksaan X-ray, jemaah akan dipandu untuk berjalan menuju pavilion atau "keong" untuk kemudian diantar menuju bus sesuai kloter mereka. Untuk jemaah lansia dan risti, mobil golf siap mengantarkan mereka dengan nyaman.

Sementara itu, Terminal Zero memberikan pelayanan yang lebih ringkas, di mana jemaah langsung dijemput oleh bus tepat di depan pintu kedatangan, tanpa perlu berjalan jauh atau berpindah ruang tunggu.

Kamis (8/5/2025) ini menandai hari ketujuh kedatangan jemaah haji Indonesia. Hingga hari itu, tercatat 112 kloter dengan total 44.601 jemaah telah tiba di Tanah Suci. Pada hari tersebut, 19 kloter tambahan yang mengangkut 7.501 jemaah juga dijadwalkan tiba.

Para petugas di lapangan, yang bekerja dalam kondisi cuaca yang ekstrem—panas menyengat di luar dan udara dingin ber-AC di dalam gedung—terus menjalankan tugas mereka dengan penuh dedikasi. Beberapa petugas bahkan sempat terserang flu ringan akibat perbedaan suhu yang begitu drastis. Namun, seiring berjalannya waktu, tubuh mereka mulai menyesuaikan diri dengan tantangan cuaca yang ada.

Kehadiran petugas yang ramah dan penuh ketulusan menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia menjadi salah satu momen yang tak terlupakan. Para petugas bekerja dalam tiga shift, yaitu pagi (00.00–08.00), siang (08.00–16.00), dan malam (16.00–00.00), di bawah komando Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, dan Sekretaris Ihsan Faisal. Keteladanan dan dedikasi mereka turut diapresiasi oleh Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis Muhammad Hanafi.

"Saya menyaksikan langsung para petugas bekerja memberikan layanan prima kepada jemaah haji yang baru tiba," ungkap Muchlis dilansir dari laman kemenag.

Bagi para petugas, senyum jemaah adalah energi yang terus memompa semangat mereka. Tidak jarang, jemaah memanggil nama-nama petugas yang tertera di seragam mereka sebagai bentuk rasa terima kasih yang tulus.

Dalam kesibukan dan cuaca yang menantang, dedikasi dan ketulusan para petugas ini tak hanya disaksikan oleh ribuan jemaah haji, tetapi juga, sebagaimana diyakini mereka, oleh jutaan malaikat yang turut mendoakan mereka. Semoga keberkahan senantiasa menyertai kerja keras mereka, yang tiada henti menyambut tamu Allah dengan sepenuh hati.
 


×
×