BERITAUP2DATE.COM, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inovasi yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan tetap menjaga efisiensi penggunaan anggaran tanpa mengurangi efektivitas pelaksanaannya.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa penggunaan dana pribadi Presiden Prabowo dalam tahap uji coba program ini adalah langkah yang tepat untuk mencegah pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dasco menjelaskan, karena program ini masih dalam tahap uji coba, penggunaan dana pribadi tidak menimbulkan masalah.
“Nah, karena kita ingin begitu APBN turun, program berjalan dengan lancar, sehingga tidak ada pemborosan APBN. Maka, di beberapa titik itu menggunakan dana pribadi. Namanya uji coba kan belum program resmi, sehingga menurut saya tidak ada masalah kalau dibiayai seperti itu,” ujar Dasco dilansir dari laman dpr.
Baca juga:
Munas Kadin Indonesia 2025: Konsolidasi Persatuan untuk Perkuat Ekonomi Nasional
Lebih lanjut, Dasco menjelaskan bahwa tidak seluruh pembiayaan untuk uji coba program ini bersumber dari dana pribadi Presiden Prabowo. Sebagian dana juga diperoleh dari sumbangan para pendukung dan simpatisan yang mendukung inisiatif tersebut.
“Tidak semua pembiayaan uji coba ini berasal dari Pak Prabowo. Banyak simpatisan dan pendukung yang bergotong royong secara swadaya untuk mendukung pelaksanaan di beberapa daerah. Kalau itu dilakukan dalam batas kemampuan, ya tidak perlu meminjam,” jelas politisi Partai Gerindra ini.
Meskipun program ini masih dalam tahap uji coba, Dasco mengakui bahwa ada beberapa kekurangan dalam pelaksanaannya. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut adalah hal yang wajar dan merupakan kesempatan untuk melakukan evaluasi serta perbaikan sebelum program dijalankan secara resmi dengan menggunakan dana APBN.
Baca juga:
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah dalam Mewujudkan MBG bagi Anak-anak Indonesia
“Proses uji coba ini sangat penting untuk evaluasi, sehingga kedepannya dapat dilakukan perbaikan di setiap aspek yang kurang. Dengan demikian, program makan bergizi gratis ini dapat dilaksanakan secara lebih optimal,” tutup Dasco.











