beritaup2date.com

Pemerintah Akan Membentuk Koperasi Desa Merah Putih guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa

Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 7 Maret 2025. (dok. setkab)

BERITAUP2DATE.COM, Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 7 Maret 2025.

Rapat tebatas tersebut di pimpin langsung oleh Presiden Prabowo dan membahas tentang rencana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Budi Arie Setiadi selaku Menteri Koperasi menyampaikan, bahwa Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengatasi persoalan ekonomi di pedesaan.

Baca juga:
BSI Hadirkan 670 Cabang Layanan Weekend Banking, Selama Ramadan dan Libur Idul Fitri 1446 H

“Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih itu, yang pertama itu untuk kepentingan masyarakat desa. Karena di Koperasi Desa Merah Putih itu untuk memutus mata rantai kemiskinan di desa dan juga bagaimana masyarakat desa bisa meningkat penghasilannya” ujar Budi Arie dilansir dari laman setkab.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga menekankan pentingnya peran strategis desa dalam perekonomian nasional. Ia mengungkapkan bahwa 44 persen penduduk Indonesia masih tinggal di desa. Jika tidak ada intervensi yang tepat, desa bisa menghadapi masalah ekonomi yang serupa dengan negara-negara maju, yang mana penduduknya lebih banyak berada di perkotaan.

“Di Jepang, 84 persen atau 86 persen tinggal di kota. Desa ditinggalkan, padahal desa ini bisa menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi, menjadi sentra ekonomi. Nah, sebelum terlambat, maka kita memperkuat desa,” tegas Tito.

Baca juga:
Rekrutmen Bersama BUMN 2025 Telah Dibuka, Ayo Daftar Sekarang!

Budi Arie kembali menegaskan, selain menjadi motor penggerak ekonomi desa, Koperasi Desa Merah Putih juga diharapkan mampu mengatasi jeratan pinjaman online (pinjol), tengkulak, dan rentenir yang selama ini membebani masyarakat desa. 

“Pak Presiden tadi sampaikan Koperasi Desa Merah Putih ini untuk memutuskan rentenir, tengkulak, pinjaman online yang menjerat dan menjadi sumber kemiskinan di desa-desa. Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih yang salah satu unitnya ada unit simpan pinjam, masyarakat desa jauh lebih terbantu dari sisi pendanaan dan juga tidak terjerat lingkaran setan kemiskinan,” jelasnya.

Tito Karnavian menambahkan bahwa koperasi ini juga akan menjadi representasi negara yang hadir untuk melindungi masyarakat desa dari sistem pinjaman informal yang tidak memiliki perlindungan hukum. “Koperasi ini hadir sebagai mewakili negara. Negara hadir untuk menyelamatkan mereka. Memutus jangan sampai mereka tergantung kepada tadi pinjol, tengkulak, rentenir yang tidak bisa dipertanggungjawab secara hukum,” tegasnya.

Baca juga:
Cara Rasulullah Berpuasa di bulan Ramadan

Sebagai bagian dari program nasional, pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap koperasi ini. Salah satu dukungan yang diberikan adalah pembiayaan melalui Bank Himbara, yang akan memberikan pinjaman senilai Rp5 miliar untuk setiap koperasi desa. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan, cold storage, unit simpan pinjam, dan klinik desa.

Tito juga mengatakan bahwa pemerintah akan segera melakukan sosialisasi kepada kepala desa, perangkat desa, serta asosiasi terkait sebagai tindak lanjut dari rapat terbatas ini. Hal tersebut untuk memastikan pemahaman yang seragam tentang program ini.

“Kita akan dialog dengan teman-teman kepala desa, asosiasi kepala desa, asosiasi perangkat desa, asosiasi badan musyawarah desa supaya mereka betul-betul memahami pemikiran dari Bapak Presiden dan ini kepentingan semua bersama. Pasti menguntungkan desa,” tutup Tito.

Melalui Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah berharap desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri, tidak hanya untuk menjaga ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Program ini juga diharapkan dapat segera terealisasi di seluruh desa di Indonesia dalam waktu dekat.


×