BERITAUP2DATE.COM, Perum Bulog terus menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan melalui monitoring pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Rau, Kota Serang, serta penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) di Kabupaten Tangerang.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai petunjuk teknis pemerintah dan distribusi beras tetap lancar.
Di Pasar Rau, monitoring difokuskan pada empat toko beras mitra Bulog yang menyalurkan beras SPHP.
Baca juga:
Dari Budaya ke Pasar Global: Transformasi Industri Kriya Indonesia
Tim Bulog bersama Dinas Perdagangan, Babinsa, dan Babinkamtibmas berdialog langsung dengan pedagang. Program ini dinilai masyarakat sebagai solusi beras berkualitas dengan harga terjangkau.
Selain di pasar, masyarakat Serang dapat membeli beras SPHP dan komoditas lain seperti beras premium Becak, gula, serta minyak goreng melalui layanan drive-thru di Kantor Bulog Cabang Serang.
“Inovasi seperti drive-thru yang diterapkan di Bulog Cabang Serang menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat dan mempermudah akses masyarakat mendapatkan beras SPHP ini,” ucap Pemimpin BULOG Wilayah Jakarta Bambang Prihatmoko dilansir dari laman Bulog.
Baca juga:
Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan
Untuk Kabupaten Tangerang, monitoring penyaluran Banpang dilakukan di Desa Cikupa. Penyaluran berlangsung sesuai prosedur mulai dari pembagian undangan hingga verifikasi penerima melalui aplikasi, memastikan bantuan tepat sasaran.
Wakapolda Banten menegaskan pentingnya sinergi Bulog, TNI, dan Polri dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan nasional.
Target penyaluran beras SPHP periode Juli–Desember 2025 mencapai 1,3 juta ton melalui berbagai jalur, termasuk pedagang pasar rakyat, koperasi, outlet BUMN, ritel modern, dan instansi pemerintah.
Baca juga:
CKG Sekolah Dimulai, Generasi Sehat Masa Depan Kuat
Hingga 2 Agustus 2025, realisasi SPHP mencapai lebih dari 189 ribu ton. Sementara itu, Banpang telah disalurkan kepada 18,2 juta penerima dengan realisasi 270 ribu ton atau 73,96?ri total alokasi 365 ribu ton.
Bantuan ini menjadi bagian penting penebalan bansos untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dan menekan inflasi pangan khususnya beras.











