BERITAUP2DATE.COM, Indonesia dan Malaysia hingga kini terus menempuh jalur damai dalam menyelesaikan sengketa perbatasan di Blok Ambalat. Kedua negara sama-sama berkomitmen menjaga hubungan bertetangga baik sesuai semangat regionalisme ASEAN.
Meski demikian, Indonesia tetap memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan, terutama di sekitar mercusuar Karang Unarang.
Bahkan, TNI AL melalui Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan maritim Indonesia di wilayah perairan blok Ambalat.
Baca juga:
Kemenag Gelar Pesantren Award Perdana, Ajang Apresiasi Santri hingga Kepala Daerah
Komitmen itu ditunjukkan lewat pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia yang berlangsung khidmat di Karang Unarang, perbatasan Indonesia–Malaysia, pada Minggu (17/8).
Upacara dipimpin oleh Komandan Guspurla Koarmada II, Laksma TNI Endra Hartono, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara di atas KRI Ajak-653.
Tiga kapal perang TNI AL lainnya, yakni KRI Sidat-851, KRI Badik-623, dan KRI Singa-651, turut serta dengan lego jangkar membentuk formasi rapi di sekitar lokasi.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bekasi, Getaran Terasa hingga Jabodetabek
Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Marinir yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan ditunjuk sebagai pengibar bendera. Mereka mengibarkan Sang Merah Putih di Karang Unarang setelah menerima bendera dari Danguspurla di geladak KRI Ajak-653.
Selain prajurit TNI AL, upacara juga dihadiri tokoh adat setempat yang ikut naik ke KRI Sidat-851, serta disaksikan para nelayan Indonesia yang berada di sekitar perairan Karang Unarang. Kehadiran masyarakat pesisir menjadi simbol sinergi antara TNI, tokoh adat, dan rakyat dalam menjaga kedaulatan negara.
“Pengibaran bendera Merah Putih di Karang Unarang bukan hanya simbol perayaan kemerdekaan, tetapi bukti nyata kehadiran negara di wilayah perbatasan. TNI AL akan terus menjaga kedaulatan laut Indonesia,” tegas Laksma TNI Endra Hartono dilansir dari laman tnial.
Baca juga:
Menkeu Apresiasi DPR atas Dukungan dalam Pembahasan RAPBN 2026
Menurutnya, operasi pengamanan perbatasan ini merupakan implementasi langsung arahan Panglima TNI pada peringatan HUT ke-80 RI. Arahan tersebut mencakup empat hal pokok, yakni:
- Memperkokoh persatuan bangsa
- Menegakkan kedaulatan di darat, laut, dan udara
- Mengabdikan kekuatan TNI untuk keamanan serta kesejahteraan rakyat
- Membangun profesionalisme prajurit beserta modernisasi alutsista
Kehadiran TNI AL di kawasan Ambalat juga sejalan dengan visi Presiden RI yang menekankan pentingnya pertahanan nasional, pengelolaan sumber daya maritim untuk kemakmuran rakyat, serta penguatan kemandirian ekonomi.
“Dengan menjaga Ambalat, kita bukan hanya menjaga garis batas, tetapi juga memastikan kekayaan laut Indonesia dapat dikelola untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, sesuai amanat konstitusi,”tutup Danguspurla Koarmada II.











