beritaup2date.com

Erupsi Gunung Ruang, Penerbangan Dari Dan Ke Manado Dibatalkan Sementara

Ilustrasi: Erupsi Gunung Ruang, Penerbangan Dari Dan Ke Manado Dibatalkan Sementara

BERITAUP2DATE.COM, Sesuai pemberitahuan resmi otoritas penerbangan sipil nomor NOTAM A1000/24 NOTAMR A0999/24 bahwa Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (MDC) ditutup sementara pada Kamis (18/ 04) hingga pukul 24.00 WITA, dikarenakan dampak erupsi Gunung Ruang.

Sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam press release tanggal 18 April 2024 menyatakan tingkat aktivitas Gunung Ruang dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (AWAS) terhitung mulai tanggal 17 April 2024 pukul 21.00 WITA.

Berdasarkan pemberitahuan tersebut, sebagai langkah mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first) maka penerbangan dari dan menuju Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi mengalami pembatalan. Rute yang terdampat meliputi: Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Sorong, Gorontalo, Kao, Labuha, Luwuk, Melonguane, Palu, Tahuna, Ternate.

Baca juga:
Hyundai IONIQ 5 N Memadukan Power, Efisiensi dan Inovasi

Salah satu maskapai penerbangan Lion Group menyampaikan, bahwa pembatalan sementara penerbangan dimaksud disebabkan oleh keadaan force majeure, peristiwa yang tidak dapat diprediksi atau dicegah diluar kemampuan perusahaan. Dalam hal ini, erupsi Gunung Ruang adalah peristiwa force majeure yang mengganggu operasional penerbangan Lion Group dari dan ke Manado.

Operasional dan layanan penerbangan dari dan ke Manado akan beroperasi kembali setelah Bandar Udara Sam Ratulangi dinyatakan aman untuk penerbangan berdasarkan pemberitahuan resmi dari otoritas penerbangan.

Mengapa Abu Vulkanik Sangat Mengganggu Keselamatan (Membahayakan) Penerbangan?

Baca juga:
7 Korban Meninggal Dunia Akibat Kebakaran di Mampang

1. Abrasi Permukaan Pesawat:

  • Partikel abu vulkanik yang keras dan tajam dapat menggores permukaan pesawat, termasuk kaca depan kokpit dan sayap.
  • Abu vulkanik di atmosfer bisa signifikan mengurangi visibilitas, membahayakan terutama saat lepas landas dan mendarat.
  • Dapat mengganggu aerodinamika pesawat.

2. Kerusakan pada Mesin:

  • Abu vulkanik yang masuk ke mesin dapat meleleh dan kemudian mengeras, mengganggu aliran udara dan efisiensi mesin.
  • Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat menyebabkan mesin berhenti beroperasi.

3. Gangguan pada Sistem Elektronik:

  • Partikel abu bersifat konduktif dan abrasif, berpotensi merusak sistem elektronik dan instrumen pesawat.

4. Kerusakan pada Infrastruktur Bandara:

  • Abu tebal di landasan pacu meningkatkan risiko saat lepas landas atau mendarat.
  • Abu juga bisa menyumbat dan merusak sistem serta instrumen bandar udara.


Akibat peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Ruang, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi sebagai berikut:

  1. Masyarakat di sekitar G. Ruang dan pengunjung/wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif G. Ruang (Lampiran
  2. Masyarakat yang bermukim pada wilayah P. Tagulandang yang masuk dalam radius 6 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 km.
  3. Masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan tsunami yang disebabkan oleh runtuhan tubuh gunungapi ke dalam laut.
  4. Masyarakat dihimbau untuk selalu menggunakan masker, untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan.
  5. Masyarakat di sekitar G. Ruang diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Ruang dan tetap mengikuti perkembangan aktivitas G. Ruang melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore atau melalui website https://magma.esdm.go.id.
  6. Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ruang, Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
     

×