BERITAUP2DATE.COM, Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh dengan peluang untuk memperoleh banyak keberkahan melalui berbagai amalan ibadah. Salah satu cara untuk meraih keutamaan bulan yang suci ini adalah dengan melaksanakan Shalat Tarawih dan Shalat Witir setiap malam, yang dilaksanakan setelah Shalat Isya. Namun, disarankan agar Shalat Witir dilakukan di akhir malam, sebagai penutup dari rangkaian ibadah sunnah yang dilakukan pada malam hari.
Melaksanakan kedua ibadah ini bukan hanya sekedar rutinitas ibadah, tetapi juga sebagai cara untuk menghidupkan malam-malam selama bulan Ramadan.
Shalat Tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadan. Shalat ini lebih baik dilaksanakan secara berjamaah, namun jika tidak memungkinkan, kita juga bisa melakukannya secara sendiri.
Baca juga:
Presiden Prabowo Umumkan Kebijakan THR serta Bonus Lebaran bagi Pekerja dan Pengemudi Online
Dilansir dari laman nu, keutamaan Shalat Tarawih sangat besar, di antaranya adalah pengampunan dosa bagi pelakunya, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW.
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِ
هِArtinya, “Barang siapa melakukan shalat (tarawih) pada bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’ala) maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR Muslim).
Baca juga:
Tiga Pemain Resmi Jadi WNI dan Siap Perkuat Timnas Indonesia
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, mengerjakan ibadah Shalat Tarawih pada bulan Ramadan tidak hanya sekadar bentuk ibadah yang mendatangkan pahala, namun juga bentuk usaha untuk menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ketaatan kepada Allah SWT, atau qiyamullail. Sebab, malam hari di bulan Ramadan merupakan malam istimewa, sehingga mengisinya dengan ibadah merupakan cara yang baik untuk mendapatkan keutamaan bulan Ramadan.
Merujuk penjelasan Imam An-Nawawi bahwa yang dimaksud menghidupkan malam Ramadan pada hadits riwayat Imam Muslim di atas adalah dengan cara mengerjakan Shalat Tarawih. An-Nawawi mengatakan:
وَالْمُرَادُ بِقِيَامِ رَمَضَانَ صَلاَةُ التَّرَاوِيْحِ، وَاتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلىَ اسْتِحْبَابِهَا
Baca juga:
Cek Jadwal dan Cara Mudah Tukar Uang Baru untuk Lebaran
Artinya, “Yang dimaksud dengan qiyam Ramadan adalah shalat Tarawih, dan para ulama telah sepakat tentang kesunnahannya.” (Syarhun Nawawi ‘alal Muslim, [Beirut, Daru Ihyait Turats: tt], jilid VI, halaman 39).
Dengan mengerjakan Shalat Tarawih, seseorang tidak hanya berusaha untuk meraih keutamaan bulan Ramadan, namun juga menjadi jalan dan perantara untuk mendapatkan ampunan dari Allah swt. Dengan Shalat Tarawih, Allah akan memberikan ampunan atas dosa-dosa kecil yang pernah dilakukan oleh manusia, sebagaimana telah disebutkan dalam hadits di atas.
Selain Shalat Tarawih, kita juga sangat dianjurkan untuk mengerjakan Shalat Witir. Shalat sunnah satu ini boleh kita lakukan setelah Shalat tarawih, namun lebih utama dilakukan di akhir malam. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya, yaitu:
اِجْعَلُوْا أَخِرَ صَلَاتِكُمْ مِنَ الَّليْلِ وِتْراً
Artinya, “Jadikanlah akhir shalat kalian semua di malam hari dengan dengan Shalat Witir.” (HR Al-Bukhari).
Sebagaimana namanya Witir, yang berarti ganjil, praktik shalat sunnah yang satu ini juga dianjurkan untuk dilakukan dengan rakat ganjil, misal satu, tiga, lima, tujuh rakat dan angka ganjil lainnya. Hal ini berdasarkan salah satu hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah, Rasulullah saw bersabda:
أَوْتِرُوا يَا أَهْلُ اَلْقُرْآنَ، فَإِنَّ اَللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ اَلْوِتْرَ
Artinya, “Berwitirlah kalian semua wahai ahli Al-Qur’an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil, dan menyukai hal-hal yang ganjil.” (HR Ibnu Khuzaimah).
Shalat Witir adalah sebagaimana yang telah disebutkan oleh Rasulullah kepada semua manusia, bahwa Shalat Witir merupakan shalat sunnah yang sangat berharga dan sangat agung di sisi Allah swt, bahkan lebih berharga dari unta merah yang merupakan harta paling berharga di masa itu. Keutamaan ini sebagaimana dijelaskan dalam salah satu haditsnya, yaitu:
إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ هِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ: الْوِتْرُ، جَعَلَهُ اللَّهُ لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ إِلَىٰ أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ
Artinya, “Sesungguhnya Allah telah memberi kalian suatu shalat yang lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu Shalat Witir. Allah menjadikannya untuk kalian antara waktu shalat Isya hingga terbit fajar.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).
Marilah kita jadikan Shalat Tarawih dan Witir sebagai amalan utama dalam menghidupkan malam-malam Ramadan. Kedua shalat ini tidak hanya ibadah sunnah, tetapi juga sarana meraih ampunan dan pahala dari Allah SWT.
Dengan istiqamah mengerjakannya, semoga kita termasuk dalam hamba-hamba yang mendapatkan keutamaan bulan suci ini. Mari kita manfaatkan setiap malam Ramadan dengan ibadah dan kebaikan, karena kita tidak pernah tahu apakah kita masih diberi kesempatan bertemu dengan Ramadan di tahun berikutnya. Wallahu a’lam bisshawab.











