BERITAUP2DATE.COM, Yerusalem,- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada hari Rabu mengklaim bahwa Mohammed Sinwar, yang diyakini sebagai kepala sayap bersenjata Hamas, telah tewas. Pernyataan ini tampaknya mengonfirmasi kematiannya dalam serangan terbaru di Jalur Gaza. Namun, belum ada konfirmasi dari pihak Hamas, di lansir laman AP.
Mohammed Sinwar adalah adik kandung dari Yahya Sinwar, pemimpin Hamas yang disebut-sebut sebagai otak di balik serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang Israel-Hamas. Yahya Sinwar sendiri telah tewas oleh pasukan Israel pada Oktober 2024.
Sepanjang 19 bulan perang, serangan Israel telah melumpuhkan sebagian besar kepemimpinan Hamas. Mohammed Sinwar adalah salah satu dari sedikit pemimpin penting yang masih hidup di Gaza yang dikenal luas. Meskipun demikian, kelompok militan tersebut masih mempertahankan kendalinya di beberapa wilayah Gaza yang tidak direbut Israel. Hamas juga masih menahan puluhan sandera dan sesekali melancarkan serangan terhadap pasukan Israel.
Baca juga:
Kapolri Salurkan 5.000 Paket Bansos untuk Korban Gempa di Bengkulu
Sebagai kepala sayap bersenjata Hamas, Sinwar memiliki suara terakhir dalam setiap kesepakatan pembebasan sandera. Kematiannya dapat semakin mempersulit upaya Amerika Serikat dan negara-negara Arab untuk menengahi gencatan senjata. Israel sendiri bersumpah akan melanjutkan perang hingga semua sandera dikembalikan dan Hamas sepenuhnya dikalahkan, dilucuti senjatanya, atau diasingkan.











