BERITAUP2DATE.COM, Menjelang peringatan HUT ke-80 RI, fenomena unik dan viral muncul di kalangan anak muda, dimana pengibaran bendera bajak laut dari serial One Piece.
Kru Bajak Laut Topi Jerami, yang dipimpin oleh Monkey D. Luffy, terdiri dari 10 anggota: Roronoa Zoro, Nami, Usopp, Sanji, Tony Tony Chopper, Nico Robin, Franky, Brook, dan Jinbe. Mereka memiliki tujuan untuk menemukan harta karun One Piece dan menjadi Raja Bajak Laut.
Sebagian melihatnya sebagai ekspresi kreativitas budaya pop, sementara lainnya mengkhawatirkan etika dan posisi simbol tersebut dibandingkan Bendera Merah Putih.
Baca juga:
Persib Bandung Bungkam Western Sydney Wanderers dengan Skor Tipis
Menanggapi hal itu, Ketua Badan Siber Ansor, Ahmad Luthfi menyampaikan pandangan yang menyeimbangkan antara semangat kebebasan berekspresi dan komitmen kebangsaan.
"Kami memahami bahwa generasi muda kini mengekspresikan aspirasi dan identitas mereka melalui budaya populer. Simbol seperti bendera One Piece bisa dimaknai secara positif, selama tidak menyalahi nilai-nilai kebangsaan,” ucap Luthfi dilansir dari laman NU.
Luthfi menegaskan bahwa Bendera Merah Putih memiliki kedudukan sakral yang tak boleh tergantikan.
Baca juga:
Bulog Perkuat Stabilitas Pangan Lewat Monitoring SPHP dan Penyaluran Banpang di Banten
“Silakan berekspresi, tetapi jangan sampai posisi Merah Putih dikalahkan atau diabaikan. Kebebasan berekspresi harus sejalan dengan etika dan rasa kebangsaan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya semangat Gus Dur yang menekankan kebebasan dalam bingkai persatuan.
"Kita belajar dari Gus Dur. Kebebasan itu penting, tapi harus tetap dalam bingkai kebangsaan. Jangan sampai semangat merdeka justru mengaburkan simbol-simbol kemerdekaan itu sendiri," lanjutnya.
Baca juga:
Dari Budaya ke Pasar Global: Transformasi Industri Kriya Indonesia
Badan Siber Ansor mengimbau agar fenomena ini tidak dipolitisasi atau diprovokasi menjadi konflik. Menurut Luthfi, budaya pop justru dapat memperkuat gotong royong dan nasionalisme, selama dikelola dengan bijak dan tidak mengikis identitas bangsa.
Dalam momentum HUT ke-80 RI, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan kemerdekaan sebagai refleksi tanggung jawab, menjaga simbol kedaulatan sekaligus menghargai ekspresi generasi muda.











