BERITAUP2DATE.COM, Rombongan pejabat pusat melakukan peninjauan langsung di Pasar Rau, Kota Serang, Banten.
Salah satunya adalah Pemilik Toko Beras Hasballah, Anies Fuadi yang tampak senang dan dengan lugas melayani pertanyaan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi.
Anies, yang telah 15 tahun menekuni usaha beras, sebenarnya sempat merantau ke Kalimantan Timur bekerja di perusahaan tambang sebelum akhirnya pulang ke Serang dan membuka toko sendiri.
Baca juga:
UU Haji dan Umrah Terbaru: Fokus pada Kuota, Layanan, dan Perlindungan Jemaah
Kini, berkat berdagang beras, keempat putrinya bisa menempuh pendidikan tinggi. “Rezeki itu yang penting berkah,” ujar Anis dilansir dari laman Indonesia.
Menurutnya, program beras murah SPHP sangat membantu masyarakat dan pedagang. Saat program sempat terhenti, harga beras lokal melambung hingga Rp14.000 per kilo. Kini, dengan adanya SPHP berharga Rp12.500, harga beras lokal kembali stabil di kisaran Rp13.000.
Para pembeli, khususnya pemilik warung nasi, kerap membeli beberapa jenis beras untuk dicampur sesuai kebutuhan.
Baca juga:
Infinix HOT 60 Pro Plus Resmi Hadir di Indonesia, Catat Rekor Dunia Smartphone Tertipis
Anies menegaskan oplosan tak masalah bila dilakukan sendiri oleh pembeli, namun pedagang enggan melakukannya karena pernah ada kasus oplosan yang membuat pasar diawasi ketat aparat.
Senada dengan Muhsin pedagang lain di Pasar Rau, menyebut persoalan oplosan berawal dari penggilingan. Karena itu, ia lebih memilih fokus menjual beras SPHP yang laris dan jelas aturannya lewat aplikasi resmi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut operasi pasar ini sudah menurunkan harga beras di lebih dari 13 provinsi. Penyerapan gabah juga meningkat dua kali lipat, membuat harga petani tetap terjaga sementara harga konsumen menurun.
Baca juga:
Bareskrim Polri Gerebek Jaringan Judi Online Internasional, Amankan Uang Tunai Rp16,4 Miliar
“Alhamdulillah kita melihat operasi pasar SPHP yang sekarang penyaluran hariannya sudah 6.000 ton. Kita target naik 7.000 ton kemudian 10.000 ton per hari. Ini sudah berdampak baik menurunkan harga di 13 provinsi, mungkin sudah 15 provinsi sudah turun harga. Ini sangat baik untuk kita semua,” kata Mentan Amran.
Mentan Amran menerangkan bahwa operasi pasar ini akan berlangsung hingga Desember 2025 dengan total penyaluran 1,3 juta ton beras di seluruh Indonesia. Menurutnya, sinergi pemerintah dengan berbagai instansi termasuk TNI/Polri turut mempercepat stabilisasi harga.
Selain operasi pasar, Mentan Amran menjelaskan faktor lain yang dapat menurunkan harga beras. Ia menyebut peningkatan serapan gabah petani yang berdampak pada harga padi juga berdampak pada harga beras.
”Kami perhatikan serapan gabah meningkat dari 3.000 ton menjadi 6.000 ton per hari. Artinya, harga beras di hilir turun, dan serapan gabah di petani meningkat. Namun kita tetap menjaga agar harga gabah minimal sesuai HPP Rp6.500 per kilogram sehingga petani tetap sejahtera dan konsumen bisa tersenyum,” jelasnya.
Amran juga menekankan capaian penting lain yang patut disyukuri, yakni stok beras nasional yang melimpah hingga 4 juta ton. Kondisi ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu ketika Indonesia masih harus mengimpor hingga 7 juta ton beras.
“Hari ini kita bisa penuhi kebutuhan sendiri tanpa impor. Ini pencapaian besar di tengah banyak negara lain yang justru kesulitan beras. Kita patut bersyukur, stok kita tinggi, harga mulai turun, dan tidak ada impor beras," tegasnya.
Selain itu, Amran memastikan bahwa kelancaran produksi pangan dengan adanya panen di berbagai sentra produksi. Dengan skema HPP yang ditetapkan oleh pemerintah, para petani mendapatkan kepastian harga.
Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu khawatir, karena ketersediaan beras nasional sejatinya aman.
“Pemerintah bekerja keras memastikan kesejahteraan petani terjaga, sementara masyarakat memperoleh harga yang terjangkau. Dengan operasi pasar yang terus berlanjut, kami pastikan harga beras akan semakin turun dalam beberapa pekan ke depan. Dan masyarakat tidak perlu khawatir, ketersediaan beras kita aman, stok beras di Bulog tinggi, kita sedang gelontorkan, ditambah panen dimana-mana,” tegas Mentan Amran.











