BERITAUP2DATE.COM, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyoroti pentingnya pelatihan kompetensi bagi para calon guru sebelum mereka mulai mengajar di Sekolah Rakyat.
Hal tersebut disampaikan seusai penandatanganan Nota Kesepahaman terkait penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kota Batu, Jawa Timur, pada Senin (19/5/2025).
"Setiap calon guru wajib mengikuti pelatihan khusus untuk memastikan kualitas pembelajaran di Sekolah Rakyat," ujar Gus Ipul dilansir dari laman menpan.
Baca juga:
Ternyata Ayam Goreng Widuran Yang Kremesnya Mengandung Babi Sudah 52 Tahun Jualan
Saat ini, proses seleksi tenaga pengajar tengah difokuskan, dengan mempertimbangkan syarat tertentu seperti kemampuan berbahasa Inggris serta kesesuaian dengan pendekatan belajar yang diterapkan di Sekolah Rakyat.
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Agus Zainal Arifin, menambahkan bahwa sebanyak 63 Sekolah Rakyat telah siap beroperasi pada tahun ajaran baru yang dimulai Juli 2025, dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
"Kami menargetkan minimal 100 Sekolah Rakyat baru setiap tahun hingga tersedia di setiap kabupaten/kota," ucap Agus.
Baca juga:
Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia Perkuat Bidang Pertahanan
Sistem penerimaan siswa di Sekolah Rakyat dirancang agar inklusif, dengan prioritas diberikan kepada anak-anak dari keluarga yang berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem (kategori desil 1 dan 2).
"Seleksi hanya berdasarkan administrasi, bukan kemampuan akademik. Bagi anak dengan penyakit menular, kami akan rujuk ke Kementerian Kesehatan untuk perawatan sebelum bersekolah," jelas Agus.
Saat ini, terdapat 53 lokasi sekolah yang sedang dalam tahap renovasi. Pemerintah memperkirakan kebutuhan tenaga pendidik mencapai sekitar 1.600 orang, mencakup guru dan kepala sekolah.
Baca juga:
Israel Mengklaim Mohammed Sinwar Pemimpin Hamas Telah Tewas
Melalui pelatihan intensif ini, pemerintah berharap dapat menjamin kualitas pendidikan yang merata dan layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh pelosok negeri.











