BERITAUP2DATE.COM, Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dunia hukum Indonesia tengah berduka, Ibrahim Sjarief Assegaf bin Husein Ibrahim Assegaf, suami dari jurnalis Senior Najwa Shihab, telah berpulang ke rahmatullah pada Selasa, 20 Mei 2025, pukul 14.29 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta.
Kabar wafatnya Ibrahim Sjarief Assegaf tersebar luas di akun media sosial, dalam pemberitaan tersebut, jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jl. Jeruk Purut No. 8–9, RT 004/RW 003, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rencananya, pemakaman akan dilaksanakan pada Rabu, 21 Mei 2025, pukul 10.00 WIB di TPU Jeruk Purut.
Ibrahim Sjarief Assegaf merupakan sosok yang dikenal luas di ranah hukum nasional. Ia menyelesaikan pendidikan hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan melanjutkan ke jenjang magister di University of Melbourne, Australia, dengan gelar Master of Laws (LL.M). Keahlian akademisnya menjadi fondasi kuat dalam perjalanan kariernya sebagai praktisi hukum.
Dalam kehidupan pribadi, Ibrahim menikah dengan Najwa Shihab pada tahun 1997. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak, yakni Izzat Ibrahim Assegaf dan Namiyah Assegaf yang wafat beberapa saat setelah dilahirkan.
Dalam karier profesional, Ibrahim mengkhususkan diri dalam bidang hukum keuangan, perbankan, serta restrukturisasi dan kepailitan. Namanya pernah tercatat sebagai salah satu “Leading Lawyer” versi Asialaw Leading Lawyers pada tahun 2016.
Ia pernah menjabat sebagai direktur di PT Justika Siar Public, sebuah platform hukum digital yang berkomitmen untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan hukum. Selain itu, ia turut mendirikan firma hukum Assegaf Hamzah & Partners, yang dikenal sebagai salah satu firma terkemuka di Indonesia.
Baca juga:
Menteri Sosial Tegaskan Pelatihan Wajib bagi Calon Guru Sekolah Rakyat
Kepergian Ibrahim meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan kolega. Ia dikenang sebagai pribadi yang rendah hati, berintegritas tinggi, dan berdedikasi dalam setiap peran yang dijalani. Keluarga memohon doa agar amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dan segala kesalahan serta kekhilafannya diampuni.
“Mohon dimaafkan segala kekeliruan semasa hidupnya. Semoga Allah SWT menerima amal kebaikannya dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.”











