BERITAUP2DATE.COM, Ribuan pengemudi ojek online (ojol) berkumpul di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap kondisi ekonomi yang semakin sulit dan sistem bagi hasil yang dinilai tidak adil.
Dalam aksi yang berlangsung damai ini, perwakilan dari Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menyampaikan orasi yang menyoroti beban ekonomi masyarakat yang semakin berat.
“Kita semua merasakan tekanan ekonomi yang luar biasa. Harga kebutuhan pokok terus melonjak, dan penghasilan tidak sebanding. Kami sangat menghargai rekan-rekan yang masih tetap bekerja hari ini demi keluarga,” ujar sang orator dilansir dari laman nu.
Baca juga:
Menteri Sosial Tegaskan Pelatihan Wajib bagi Calon Guru Sekolah Rakyat
Sebagai bentuk solidaritas, banyak ojol yang tidak ikut turun ke jalan turut mematikan aplikasi mereka selama dua jam. “Mari kita bersuara bersama, berjuang bersama. Kita tahu, mereka yang masih narik pasti punya kebutuhan mendesak untuk keluarganya,” serunya, yang langsung disambut teriakan kompak dari massa aksi, “Betul!”
Salah satu pengemudi, Agus (37), menyatakan bahwa meski tampak kurang solid karena masih ada yang tetap bekerja, kondisi ekonomi yang sulit membuat banyak orang terpaksa mengutamakan kebutuhan keluarga. “Bukan tidak solid, tapi keadaan membuat orang harus memilih. Saya pun sedih sebagai kepala keluarga ketika tak bisa memenuhi kebutuhan anak dan istri karena pendapatan yang minim,” ungkapnya.
Sementara itu, Subagoyo (65), pengemudi ojol yang tidak ikut dalam aksi namun mendukung tuntutan rekan-rekannya, menyoroti persoalan potongan aplikator yang dianggap terlalu besar. “Kita narik seharian, tapi yang kita dapat jauh lebih sedikit dibandingkan yang masuk ke aplikator. Harusnya potongan itu maksimal 10 persen saja,” ujar pria yang sudah bekerja sebagai ojol sejak 2016.
Baca juga:
Ternyata Ayam Goreng Widuran Yang Kremesnya Mengandung Babi Sudah 52 Tahun Jualan
Pantauan di lapangan menunjukkan massa aksi sempat tertahan di kawasan Patung Kuda dan belum berhasil menyampaikan aspirasi langsung ke Kementerian Perhubungan maupun Istana Negara. Aksi serupa juga digelar di sejumlah titik strategis lain di Jakarta, seperti depan gedung DPR RI, kantor Kemenhub, dan kantor perusahaan aplikator.
Tak hanya di Ibu Kota, gelombang protes ini turut meluas ke berbagai daerah seperti Surabaya, Semarang, Yogyakarta, hingga Palembang, menunjukkan bahwa keresahan pengemudi ojol terjadi secara nasional.











